Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik
Kami siswa kelas 9 di SMP Santa Maria, mendapatkan pengalaman yang sangat berharga yaitu menanam kangkung! Kangkung merupakan salah satu tanaman yang sangat praktis untuk ditanam, dan tentunya mudah jikalau kita rawat dengan penuh kasih sayang serta mau bersabar. Tidak hanya itu namun kangkung dapat diolah dengan mudah! Jadi Kami tidak hanya belajar menanam kangkung namun juga memasak kangkung olahan Kami!
Selama menanam hal yang saya harapkan adalah, untuk kangkung saya tumbuh subur dan belajar menanam dan menghasilkan sayuran dari kerja keras dan tenaga saya sendiri! Menanam bukan hal yang baru bagi saya, namun menanam kangkung merupakan salah satu hal yang baru bagi saya!
Dengan adanya proyek ini, saya melakukan setidaknya sebagian kecil dalam menghargai ciptaan Tuhan! Dari yang paling kecil yaitu merawat tanaman dan mungkin akan menjadi yang paling besar dengan merawat lingkungan dan bumi tempat kita berada!
Pada hari pertama menanam, saya merasa sangat senang karena saya dapat menanam! Pak Sigit menyediakan tanah yang subur dan kompos yang dicampur senyawanya serta ada bantuan dari eco enzyme agar tumbuhannya dapat tumbuh dengan baik. Tidak hanya itu, Pak Sigit juga menyediakan benih kangkung! Benih kangkung sangatlah kecil namun tidak juga terlalu kecil seperti benih-benih lain pada umumnya! Saya mempercayai dengan pertolongan Tuhan kalau benih-benih kecik ini dapat tumbuh menjadi tanaman yang sangat subur!
Selama beberapa hari, kegiatan saya dalam melindungi dan merawat tanaman ini dengan menyiram tanaman menggunakan air, ataupun eco enzyme, serta saya juga suka memindahkan posisi tanaman saya agar mendapatkan sinar matahari yang baik! Namun selama kami menanam sayangnya cuaca sering sekali kurang mendukung! Terkadang hujan dan terkadang cerah. Serta membutuhkan waktu agar benih-benih kecil tersebut dapat terlihat dari tunas kecil menjadi tanaman seutuhnya! Kami diajarkan untuk bersabar dan percaya akan kuasa Tuhan!
Tantangan yang saya hadapi adalah, ada seseorang yang merusak tanaman saya dengan menggali tanahnya! Walaupun tidak dalam namun proses pertumbuhan kangkung saya jadi terganggu! Saya merasa sedih dan kecewa karena rasanya seperti sia-sia. Namun saya percaya kalau segala sesuatu pasti dapat diperbaiki! Maka dari itu saya menanam kembali dan mengulang dari awal! Selama masa itu saya hanya mengandalkan Tuhan Yesus dalam pertumbuhan tanaman kangkung saya!
Yang saya dapatkan dalam menanam kangkung, saya belajar untuk berkomitmen dan bertanggung jawab untuk melindungi karya ciptaan Tuhan sendiri, dari menyiram tanaman serta menanam. Tidak hanya itu namun saya juga membangun fondasi kesabaran. Karena alam memiliki waktunya dan tentunya tidak bisa langsung tumbuh dengan instan! Saya belajar untuk tidak menyerah dan tidak mudah putus asa, karena sesuai yang saya ceritakan ada yang merusak kangkung saya! Namun sekarang, itu bukan menjadi hambatan namun langkah awal bagi permulaan yang baru! Dan yang terakhir, tanaman dan Manusia itu membutuhkan satu sama yang lainnya, kita butuh pohon untuk mendapatkan udara, dan pohon juga membutuhkan kita untuk dirawat dengan penuh kasih sayang!
Kejadian 1:12 (TB) Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Dari sekedar biji kecil, saya bisa belajar banyak! Ini adalah suatu pelajaran untuk menghargai proses, mau mengasihi ciptaan, dan menemukan keberadaan Tuhan dalam hal-hal yang sangat sederhana!
"Ya Tuhan, terima kasih atas karya mu yang begitu bermakna bagi kami, ajarkan kami untuk mencintai ciptaan mu, sama seperti cara Tuhan mencintai ciptaannya, kami dapat tumbuh bersama dan berkembang! Bantu kami agar kami dapat menjadi penjaga yang setia bagi Bumi-Mu, dimulai dari hal yang paling sederhana! Amin"


Komentar
Posting Komentar